UNBITA dan PMI Gorontalo Gelar Donor Darah, Dukung UMKM Lewat Inovasi Voucher Belanja

Oleh: Admin UNBITA | Tanggal: 29/05/2025 | dibaca 247 kali


Gorontalo – Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dengan menggelar aksi donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo, Rabu (28/5/2025). Kegiatan ini tidak hanya menyasar kalangan mahasiswa dan civitas akademika, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum.

Kegiatan donor darah ini telah menjadi agenda rutin tahunan yang terus dipertahankan oleh UNBITA. Kepala Bagian Kehumasan, Kesekretariatan, dan Kerjasama UNBITA, Agum Tubuon, menyampaikan bahwa kolaborasi antara UNBITA dan PMI telah berlangsung secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami menargetkan kegiatan ini bisa dilakukan sebanyak empat kali dalam setahun, atau setiap tiga bulan sekali,” jelas Agum.

Lebih jauh, Agum menekankan bahwa kegiatan donor darah ini merupakan bentuk nyata dari peran aktif UNBITA sebagai institusi pendidikan tinggi dalam mendukung kebijakan sosial yang berorientasi pada kepentingan masyarakat luas. Hal ini, katanya, juga sejalan dengan arahan dan pesan dari Rektor UNBITA.

“Ibu Rektor selalu mengingatkan bahwa kampus bukan hanya tempat untuk kegiatan akademik, tetapi juga harus hadir dan berkontribusi langsung di tengah masyarakat. Setiap program kerja kami diarahkan untuk memberikan dampak yang nyata,” ungkapnya.

Dalam kegiatan donor darah kali ini, UNBITA menghadirkan sebuah terobosan baru. Sebagai bentuk apresiasi terhadap para pendonor, pihak kampus memberikan voucher belanja gratis yang bisa digunakan di Bisnis Center UMKM Titik Nol UNBITA, sebuah pusat bisnis yang dikelola oleh kampus bekerja sama dengan pelaku UMKM lokal.

Agum menjelaskan bahwa program ini bertujuan ganda: selain mendorong partisipasi masyarakat dalam aksi donor darah, UNBITA juga ingin memberi ruang dan dukungan kepada pelaku UMKM yang selama ini mengalami kesulitan dalam memasarkan produk mereka.

“Biasanya, pendonor mendapatkan uang tunai sebesar Rp50.000. Namun, kali ini kami ganti dengan voucher belanja yang berlaku selama 14 hari. Dengan begitu, selain donor darah, masyarakat juga turut menghidupkan roda ekonomi UMKM binaan kampus,” ujarnya.

Menurut Agum, setiap kegiatan donor darah di UNBITA rata-rata berhasil mengumpulkan sekitar 60 kantong darah, yang kemudian disalurkan melalui PMI untuk keperluan medis di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya di Gorontalo.

Melalui kegiatan ini, UNBITA tidak hanya membuktikan kepeduliannya terhadap isu kesehatan dan kemanusiaan, tetapi juga menunjukkan peran strategis dalam pemberdayaan ekonomi lokal. Menurut Agum, inisiatif seperti ini menjadi salah satu cara UNBITA menafsirkan arah kebijakan pemerintah pusat yang menghendaki agar seluruh program kampus memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin semua bentuk kegiatan kampus punya arah yang jelas dan berujung pada dampak nyata bagi publik. Ini bagian dari interpretasi kami terhadap kebijakan nasional,” pungkas Agum.

Dengan sinergi antara kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi, UNBITA Gorontalo terus memperkuat posisinya sebagai kampus yang adaptif dan relevan terhadap kebutuhan zaman dan masyarakat sekitar.

Baca juga: