Perkuat Jejaring Akademik Nasional, UNBITA Jalin Kerja Sama dengan Universitas Ngurah Rai Bali dan FISIP Unsoed

Oleh: Humas UNBITA | Tanggal: 30/10/2026 | dibaca 33 kali


PURWOKERTO – Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA) memperluas jejaring kerja sama akademik melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Universitas Ngurah Rai, Bali, serta Nota Kesepakatan Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MoA) dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto. Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung dalam rangkaian kegiatan Annual Conference Indonesian Association for Public Administration (IAPA) 2026 yang diselenggarakan pada 21–23 Oktober 2026 di Purwokerto, Jawa Tengah.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis UNBITA dalam memperluas kolaborasi antarperguruan tinggi, memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, serta membuka peluang pengembangan kegiatan akademik yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan peneliti. Momentum konferensi internasional IAPA juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi kelembagaan dan mempertemukan kepentingan pengembangan pendidikan tinggi dengan kebutuhan kolaborasi lintas wilayah.

Rektor Universitas Bina Taruna Gorontalo, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa penandatanganan kerja sama dengan Universitas Ngurah Rai dan FISIP Unsoed merupakan bagian dari upaya UNBITA untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan perguruan tinggi di Indonesia. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi diperlukan agar pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan memberikan manfaat yang luas.

“Bagi UNBITA, kerja sama dengan Universitas Ngurah Rai Bali dan FISIP Universitas Jenderal Soedirman merupakan kesempatan penting untuk memperluas jejaring akademik sekaligus memperkuat komitmen dalam mengembangkan tridarma perguruan tinggi. Kami ingin memastikan bahwa kerja sama yang dibangun tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program-program konkret yang memberikan manfaat bagi institusi, dosen, mahasiswa, dan masyarakat,” ujar Ellys.

Ia menambahkan bahwa kemitraan ant perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendorong pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta peningkatan kualitas pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, perguruan tinggi dapat saling berbagi pengalaman, memperkuat kapasitas kelembagaan, dan mengembangkan inovasi sesuai dengan bidang keilmuan serta kebutuhan masing-masing institusi.

Penandatanganan MoU dengan Universitas Ngurah Rai Bali menjadi langkah untuk membangun landasan kerja sama kelembagaan antara kedua universitas. Sementara itu, penandatanganan MoA dengan FISIP Unsoed membuka ruang kerja sama pada tingkat fakultas, khususnya dalam pengembangan kegiatan akademik dan keilmuan yang relevan dengan bidang ilmu sosial dan ilmu politik.

Bagi UNBITA, kedua bentuk kerja sama tersebut memiliki arti strategis dalam memperluas kesempatan kolaborasi, baik pada tingkat universitas maupun fakultas. Kemitraan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan kegiatan bersama yang disesuaikan dengan potensi, kebutuhan, dan prioritas masing-masing pihak.

Ellys menegaskan bahwa penguatan jejaring kerja sama merupakan bagian dari upaya UNBITA untuk meningkatkan kualitas dan daya saing perguruan tinggi. Dalam menghadapi perkembangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis, kolaborasi perlu ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkaya pengalaman akademik, memperluas akses terhadap sumber pengetahuan, serta mendorong terciptanya program-program yang relevan dengan tantangan pembangunan.

“Perguruan tinggi tidak dapat berjalan sendiri dalam menjawab tantangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Diperlukan keterbukaan untuk berkolaborasi, berbagi pengalaman, dan mengembangkan program bersama. Kami berharap kemitraan ini menjadi awal dari kerja sama yang produktif, terukur, dan berkelanjutan sehingga memberikan dampak nyata bagi pengembangan UNBITA dan masyarakat,” lanjutnya.

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung dalam rangkaian Annual Conference IAPA 2026, forum akademik yang mempertemukan akademisi dan praktisi administrasi publik untuk membahas perkembangan keilmuan, kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, serta reformasi birokrasi. Kehadiran UNBITA dalam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk berpartisipasi dalam diskusi akademik, tetapi juga membuka ruang penguatan hubungan kelembagaan dengan perguruan tinggi lain.

Melalui penandatanganan MoU dengan Universitas Ngurah Rai Bali dan MoA dengan FISIP Unsoed, UNBITA menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kemitraan strategis sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan tinggi. Kerja sama ini diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui program-program yang terencana dan berkesinambungan, sehingga mampu memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi serta mendukung terwujudnya visi UNBITA sebagai universitas yang berkarakter dan berdaya saing di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga: