HUT RI ke-80, Ketua Dewan Pembina YABITA Tekankan Pentingnya Pendidikan untuk Mengisi Kemerdekaan

Oleh: Admin UNBITA | Tanggal: 25/08/2025 | dibaca 166 kali


Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Taruna (YABITA) Gorontalo, Hj. Sri Nurnaningsih Rachman, S.H., M.H., menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam mengisi kemerdekaan bangsa. Hal tersebut ia sampaikan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kampus Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo, Minggu (17/8/2025).

Dalam sambutannya, Hj. Sri Nurnaningsih menekankan bahwa perjuangan bangsa Indonesia tidak hanya berlangsung di medan pertempuran, tetapi juga melalui jalur pendidikan.

“Banyak tokoh kemerdekaan kita berasal dari kalangan terpelajar, guru, hingga mahasiswa. Mereka memahami betul bahwa ilmu pengetahuan adalah senjata terkuat untuk melepaskan bangsa dari penjajahan,” ungkapnya.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi bangsa saat ini berbeda dengan masa lalu. Jika dulu bangsa Indonesia berjuang melawan penjajah asing, kini yang dihadapi adalah persoalan kemiskinan, ketidakadilan, penyebaran informasi yang menyesatkan, kerusakan lingkungan, hingga ketertinggalan dalam teknologi.

“Untuk itu, perguruan tinggi memiliki peran ganda, yakni mencetak lulusan yang berkompeten sekaligus membentuk insan yang berintegritas dan peduli pada lingkungan sosial,” jelasnya.

Kepada mahasiswa, Sri Nurnaningsih berpesan agar menjadikan proses menuntut ilmu sebagai bagian dari perjuangan kemerdekaan. “Kalian harus membebaskan diri dari rasa malas, mental instan, dan kebiasaan menunda. Ilmu yang diperoleh harus digunakan untuk membantu sesama, memberdayakan masyarakat, dan meningkatkan martabat daerah,” tuturnya.

Sementara itu, kepada para dosen dan tenaga kependidikan, ia mengajak agar meneladani semangat para guru bangsa. Mengajar, menurutnya, tidak cukup hanya melalui kata-kata, melainkan juga melalui teladan dan sikap. “Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang akan menentukan masa depan bangsa,” tegasnya.

Mengusung tema nasional “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, ia berharap UNBITA dapat terus menjadi pusat lahirnya ide, inovasi, serta kepemimpinan yang berguna bagi masyarakat. “Kampus harus menjadi kawah candradimuka yang melahirkan pejuang ilmu, pejuang moral, dan pejuang kemajuan,” pungkasnya.

Baca juga: