Yudisium Semester Genap Jadi Momentum Penguatan Mutu Akademik UNBITA

Oleh: Humas UNBITA | Tanggal: 22/07/2026 | dibaca 138 kali


Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA) melaksanakan Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Sabtu, 11 Juli 2026, bertempat di Aula Inovasi Universitas Bina Taruna Gorontalo. Kegiatan yang menjadi agenda rutin pada setiap akhir tahun akademik tersebut merupakan bagian dari mekanisme evaluasi dan penetapan hasil studi mahasiswa sekaligus momentum refleksi terhadap pelaksanaan proses pembelajaran selama satu semester. Melalui yudisium ini, universitas menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu akademik sebagai fondasi peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Bina Taruna Gorontalo, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa yudisium semester bukan hanya forum administratif untuk menetapkan hasil belajar mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang evaluasi bersama terhadap efektivitas proses pendidikan yang telah berlangsung.

"Yudisium semester merupakan instrumen akademik untuk memastikan bahwa setiap proses pembelajaran berjalan sesuai standar mutu yang telah ditetapkan. Melalui forum ini kita tidak hanya menetapkan hasil studi mahasiswa, tetapi juga melakukan refleksi terhadap kualitas pembelajaran agar terus mengalami perbaikan dari semester ke semester," ujar Dr. Ellys Rachman.

Menurutnya, evaluasi akademik yang dilakukan secara konsisten menjadi salah satu indikator penting dalam membangun budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi. Oleh karena itu, setiap hasil yang ditetapkan melalui yudisium harus menjadi dasar bagi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

"Universitas harus membangun budaya evaluasi yang berkelanjutan. Setiap capaian akademik menjadi bahan untuk memperkuat proses pembelajaran berikutnya sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang semakin berkualitas dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Ellys Rachman menegaskan bahwa peningkatan mutu akademik tidak hanya menjadi tanggung jawab dosen, tetapi juga memerlukan komitmen mahasiswa dalam membangun budaya belajar yang disiplin, aktif, dan berorientasi pada pencapaian kompetensi.

"Mahasiswa harus memanfaatkan hasil evaluasi semester sebagai motivasi untuk terus berkembang. Prestasi akademik tidak dibangun dalam satu waktu, tetapi melalui proses belajar yang konsisten, disiplin, serta kemauan untuk terus meningkatkan kemampuan diri," katanya.

Ia menjelaskan bahwa Universitas Bina Taruna Gorontalo terus melakukan berbagai penguatan sistem akademik, mulai dari implementasi Outcome Based Education (OBE), pengembangan kurikulum yang adaptif, peningkatan kualitas dosen, hingga pemanfaatan teknologi pembelajaran. Seluruh upaya tersebut diarahkan agar setiap proses pendidikan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja dan pembangunan.

"Mutu akademik tidak lahir secara instan. Ia dibangun melalui kurikulum yang relevan, proses pembelajaran yang berkualitas, evaluasi yang objektif, serta komitmen seluruh sivitas akademika dalam menjaga standar pendidikan tinggi," tegasnya.

Selain menjadi forum evaluasi akademik, yudisium semester juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk melakukan refleksi terhadap capaian belajar selama satu semester sekaligus menyusun strategi peningkatan prestasi pada semester berikutnya. Rektor berharap seluruh mahasiswa menjadikan hasil yudisium sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas akademik maupun pengembangan kompetensi non-akademik.

"Setiap semester adalah tahapan penting dalam perjalanan akademik. Jadikan hasil yang diperoleh hari ini sebagai pijakan untuk terus memperbaiki diri, memperkuat kompetensi, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang semakin kompleks di masa mendatang," ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Dr. Ellys Rachman mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus menjaga budaya akademik yang sehat melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan pimpinan universitas. Menurutnya, peningkatan kualitas perguruan tinggi hanya dapat diwujudkan apabila seluruh unsur bergerak dengan semangat yang sama dalam membangun pendidikan yang unggul dan berdampak.

"Saya berharap yudisium ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita bersama dalam menjaga kualitas akademik UNBITA. Dengan budaya mutu yang terus berkembang, saya optimistis Universitas Bina Taruna Gorontalo akan mampu menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing," pungkasnya.

Baca juga: