Program Pascasarjana Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA) menyelenggarakan Yudisium Program Magister pada Sabtu, 18 Juli 2026 bertempat di Aula Lantai 1 Universitas Bina Taruna Gorontalo. Kegiatan ini menjadi momentum akademik untuk menetapkan kelulusan mahasiswa Program Magister sekaligus menegaskan komitmen Pascasarjana UNBITA dalam melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kemampuan analitis, serta kompetensi akademik yang mampu menjawab dinamika tata kelola pemerintahan dan pembangunan di era transformasi digital.
Rektor Universitas Bina Taruna Gorontalo, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa capaian akademik pada jenjang magister harus dimaknai sebagai tanggung jawab intelektual yang lebih besar kepada masyarakat. Menurutnya, lulusan pascasarjana dituntut tidak hanya menguasai teori, tetapi mampu mentransformasikan ilmu pengetahuan menjadi solusi terhadap berbagai persoalan publik yang semakin kompleks.
"Yudisium ini bukan sekadar penetapan kelulusan, tetapi penegasan bahwa saudara telah memasuki fase baru sebagai intelektual yang memiliki tanggung jawab lebih besar. Gelar magister harus diwujudkan melalui kepemimpinan yang berintegritas, kemampuan berpikir strategis, serta keberanian menghadirkan inovasi bagi pembangunan daerah dan bangsa," ujar Dr. Ellys Rachman.
Pandangan tersebut diperkuat oleh Direktur Program Pascasarjana Universitas Bina Taruna Gorontalo, Dr. Lisda Van Gobel, MPA, yang menjelaskan bahwa proses pendidikan pada jenjang magister dirancang untuk membentuk lulusan yang mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis riset sekaligus menjadi motor perubahan di lingkungan profesinya masing-masing.
"Seluruh proses pembelajaran di Pascasarjana diarahkan agar mahasiswa tidak berhenti pada penguasaan konsep, tetapi mampu melakukan analisis yang tajam, menghasilkan penelitian yang aplikatif, serta memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan publik melalui pendekatan ilmiah," jelas Dr. Lisda Van Gobel.
Semangat tersebut menjadi cerminan arah pengembangan Program Pascasarjana UNBITA yang terus memperkuat kualitas akademik melalui integrasi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dr. Ellys Rachman menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kapasitas akademik tinggi, tetapi juga adaptif terhadap perubahan global dan perkembangan teknologi.
"Perubahan terjadi begitu cepat sehingga lulusan magister harus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Mereka harus mampu membaca perubahan, mengantisipasi tantangan, dan melahirkan gagasan-gagasan baru yang memberikan dampak bagi organisasi maupun masyarakat," tegasnya.
Penguatan kompetensi tersebut, menurut Dr. Lisda Van Gobel, menjadi salah satu fokus utama Pascasarjana melalui pendekatan pembelajaran yang menekankan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi ilmiah, serta penguatan kepemimpinan berbasis etika dan tata kelola yang baik.
"Kami ingin setiap lulusan memiliki kemampuan untuk memimpin perubahan. Oleh karena itu, proses akademik tidak hanya membentuk kapasitas intelektual, tetapi juga membangun karakter kepemimpinan yang bertanggung jawab, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan publik," katanya.
Momentum yudisium juga menjadi refleksi atas perjalanan akademik mahasiswa yang telah melalui berbagai tahapan pembelajaran, penelitian, seminar ilmiah, hingga penyusunan tesis. Dr. Ellys Rachman menilai seluruh proses tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun tradisi akademik yang berkualitas dan berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di masyarakat.
"Saya berharap pengalaman akademik yang telah saudara lalui tidak berhenti menjadi dokumen ilmiah, tetapi berkembang menjadi kebijakan, inovasi, maupun praktik terbaik yang mampu memberikan manfaat bagi institusi tempat saudara mengabdi serta masyarakat secara luas," ungkapnya.
Selaras dengan harapan tersebut, Dr. Lisda Van Gobel menyampaikan bahwa karya ilmiah mahasiswa pascasarjana harus memiliki relevansi terhadap kebutuhan pembangunan daerah sehingga hasil penelitian tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga dapat menjadi rujukan dalam proses perumusan kebijakan publik.
"Penelitian yang dihasilkan mahasiswa harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menjadi bagian dari solusi terhadap tantangan pembangunan. Itulah mengapa kami terus mendorong lahirnya riset-riset yang kontekstual, inovatif, dan memiliki nilai implementatif," ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. Ellys Rachman menegaskan bahwa keberhasilan lulusan pascasarjana akan diukur melalui kontribusi yang diberikan setelah kembali ke lingkungan kerja dan masyarakat. Menurutnya, gelar akademik merupakan amanah untuk terus menghasilkan karya, memperkuat tata kelola organisasi, serta menginspirasi lahirnya perubahan yang positif.
"Saya berharap lulusan Pascasarjana UNBITA menjadi agen transformasi di bidangnya masing-masing. Jadilah pemimpin yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, integritas, dan kepedulian sosial dalam setiap pengambilan keputusan sehingga kehadiran saudara benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat," pesannya.
Harapan tersebut diamini oleh Dr. Lisda Van Gobel yang optimistis para lulusan akan menjadi bagian dari jejaring alumni Pascasarjana UNBITA yang terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan birokrasi, dunia usaha, maupun sektor pelayanan publik.
"Kami percaya para lulusan akan menjadi representasi terbaik Program Pascasarjana UNBITA. Teruslah menjaga semangat belajar, membangun kolaborasi, dan menghadirkan karya-karya yang memberikan dampak bagi kemajuan daerah maupun Indonesia," tuturnya.
Menutup refleksinya, Dr. Ellys Rachman mengajak seluruh lulusan untuk menjaga nama baik almamater melalui profesionalisme, etika, dan dedikasi dalam setiap pengabdian. Baginya, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya tercermin dari jumlah lulusan, tetapi dari kualitas kontribusi yang diberikan alumninya kepada masyarakat.
"Saya yakin perjalanan akademik ini bukan akhir, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas. Jadilah lulusan Pascasarjana UNBITA yang terus berkarya, membangun inovasi, dan menghadirkan perubahan nyata di mana pun saudara mengabdi," pungkasnya.