Momentum peringatan satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Utara yang dikemas dalam tajuk “Gorut Bercahaya” menjadi semakin bermakna dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara dan Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA) pada 17 Juni 2026 di kawasan wisata Pulau Dionumo. Kerja sama tersebut menandai komitmen bersama dalam memperkuat pembangunan daerah melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terintegrasi dengan program prioritas pemerintah daerah.
Rektor Universitas Bina Taruna Gorontalo, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa keterlibatan UNBITA dalam momentum satu tahun kepemimpinan daerah bukan sekadar simbol dukungan kelembagaan, melainkan bentuk nyata komitmen kampus untuk hadir sebagai mitra pembangunan yang mampu memberikan kontribusi akademik bagi kemajuan Gorontalo Utara.
“Kami melihat semangat Gorut Bercahaya sebagai energi pembangunan yang harus didukung oleh seluruh elemen, termasuk perguruan tinggi. Karena itu, UNBITA hadir untuk memperkuat kolaborasi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung bagi daerah,” ujar Dr. Ellys Rachman.
Komitmen tersebut mendapat sambutan positif dari Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, S.Ag., M.Pd.I., yang memandang perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam mempercepat transformasi pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.
“Kami ingin pembangunan Gorontalo Utara tidak hanya bertumpu pada program pemerintah, tetapi juga diperkuat oleh kontribusi akademik dari perguruan tinggi. Kehadiran UNBITA dalam kerja sama ini menjadi langkah penting untuk memperluas dampak pembangunan yang berkelanjutan,” ungkap Thariq Modanggu.
Semangat kolaborasi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam ruang lingkup kerja sama yang mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari pengembangan pendidikan, penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, hingga peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah. Menurut Dr. Ellys Rachman, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi hadir sebagai solusi atas berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa implementasi Tri Dharma benar-benar menghasilkan dampak nyata. Melalui kerja sama ini, UNBITA siap menjadi mitra pemerintah daerah dalam menghadirkan program-program yang mampu memperkuat kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Sejalan dengan pandangan tersebut, Thariq Modanggu mengungkapkan bahwa salah satu fokus yang akan dikembangkan dalam kerja sama ini adalah penguatan sumber daya manusia di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, khususnya bagi aparatur sipil negara yang menjadi ujung tombak pelayanan publik.
“Peningkatan kapasitas ASN menjadi kebutuhan penting dalam mendukung agenda pembangunan daerah. Karena itu, kami melihat kerja sama dengan UNBITA sebagai peluang besar untuk memperkuat kompetensi aparatur melalui pendidikan dan berbagai program pengembangan sumber daya manusia,” katanya.
Fokus pada penguatan SDM tersebut menjadi fondasi bagi pelaksanaan program-program pembangunan yang lebih luas. Dalam audiensi sebelumnya, kedua pihak juga membahas dukungan akademik terhadap berbagai program prioritas daerah, termasuk Program Surga Kasih Sayang, yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat melalui penguatan peran puskesmas di Kabupaten Gorontalo Utara.
Dr. Ellys Rachman menilai bahwa program tersebut memiliki nilai strategis karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sekaligus membuka ruang kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
“Program Surga Kasih Sayang menunjukkan bagaimana kebijakan publik dapat dibangun dengan pendekatan yang humanis dan berorientasi pada masyarakat. Kami siap mendukung melalui kajian akademik, penelitian, pendampingan, serta keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam implementasinya,” tegasnya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, dukungan perguruan tinggi akan menjadi faktor penting dalam memastikan program-program prioritas dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Karena itu, kerja sama yang dibangun tidak hanya diarahkan pada aspek pendidikan formal, tetapi juga pada pengembangan inovasi dan penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis data.
“Kami berharap kolaborasi ini melahirkan berbagai gagasan dan inovasi yang dapat membantu pemerintah daerah menghadapi tantangan pembangunan. Dengan dukungan akademik yang kuat, program-program yang dijalankan akan memiliki landasan yang lebih kokoh,” ujar Thariq Modanggu.
Lebih jauh, kerja sama ini juga mencerminkan komitmen kedua lembaga untuk membangun budaya kolaboratif dalam penyelenggaraan pembangunan daerah. UNBITA sebagai institusi pendidikan tinggi dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara sebagai pelaksana kebijakan publik dipandang memiliki peran yang saling melengkapi dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kemajuan daerah membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan bahwa kampus hadir sebagai bagian dari solusi pembangunan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ungkap Dr. Ellys Rachman.
Senada dengan itu, Thariq Modanggu menegaskan bahwa semangat Gorut Bercahaya tidak hanya dimaknai sebagai refleksi satu tahun kepemimpinan daerah, tetapi juga sebagai komitmen untuk terus membuka ruang kemitraan yang produktif demi kemajuan masyarakat Gorontalo Utara.
“Pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang melibatkan banyak pihak. Kami optimistis kolaborasi dengan UNBITA akan memperkuat langkah Gorontalo Utara menuju daerah yang semakin maju, berdaya saing, dan sejahtera,” pungkasnya