Studi Kepakaran Pascasarjana UNBITA Dorong Pengalaman Praktis dan Kolaborasi dengan Pakar

Oleh: Humas UNBITA | Tanggal: 18/09/2024 | dibaca 279 kali


Program Magister Ilmu Administrasi Pascasarjana Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pengalaman belajar yang berkualitas dan relevan bagi mahasiswanya melalui kegiatan Studi Kepakaran. Kegiatan yang merupakan mata kuliah wajib dengan bobot 3 SKS ini dirancang khusus dengan pendekatan experience dan expertise study, guna memberikan pengalaman praktis dan preferensi dari para pakar berdasarkan tematik kajian yang ditetapkan.

Dr. Lisda Van Gobel, MPA, Direktur Pascasarjana Universitas Bina Taruna Gorontalo, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. "Studi Kepakaran merupakan salah satu upaya kami dalam memberikan pembelajaran yang tidak hanya teoritis tetapi juga praktis bagi mahasiswa. Melalui dua skema pembelajaran, experience dan expertise study, kami berharap mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung serta wawasan dari para pakar di bidangnya," ujar Dr. Lisda.

Kegiatan ini diikuti oleh 12 mahasiswa Angkatan XXXI Program Magister Ilmu Administrasi dan didampingi langsung oleh Rektor UNBITA, Direktur Pascasarjana, Ketua Program Studi Magister, dan Dosen Pengampu Mata Kuliah. Dilaksanakan di dua provinsi, yaitu Daerah Khusus Jakarta dan Jawa Barat, pada 9 hingga 12 September 2024, para mahasiswa melakukan studi komparasi berdasarkan tema kajian yang ditetapkan: Pendidikan dan Inovasi Pelayanan Publik, serta Pembangunan dan Pemerintahan Daerah.

"Melalui kunjungan ke berbagai instansi dan lembaga di Jakarta dan Jawa Barat, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana konsep-konsep yang telah mereka pelajari di kelas diterapkan dalam praktik. Studi komparasi yang dilakukan memberikan gambaran nyata mengenai implementasi kebijakan, inovasi dalam pelayanan publik, serta strategi pembangunan dan pemerintahan daerah," tambah Dr. Lisda.

Selain kegiatan studi lapangan, rangkaian Studi Kepakaran ini juga diselingi dengan diskusi terkait pelaksanaan kerja sama dan penandatanganan dokumen kerja sama (MoU/Nota Kesepahaman, Pelaksanaan Kerja Sama, dan Institutional Agreement). "Kolaborasi ini penting untuk memperluas jaringan dan kesempatan bagi mahasiswa serta institusi dalam melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap dapat membuka peluang lebih banyak bagi mahasiswa dalam menggali ilmu dan pengalaman," jelas Dr. Lisda.

Menurut Dr. Lisda, kegiatan seperti ini sangat penting dalam mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja. "Dengan mengikuti Studi Kepakaran, mahasiswa tidak hanya dibekali dengan pengetahuan teoritis, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan soft skills seperti kemampuan analisis, berpikir kritis, serta keterampilan komunikasi. Hal ini sangat diperlukan bagi mereka yang nantinya akan terjun ke dunia kerja, terutama dalam bidang administrasi publik dan pemerintahan," katanya.

Dr. Lisda juga menyampaikan bahwa Studi Kepakaran merupakan wujud dari upaya UNBITA dalam menjembatani teori dan praktik, sehingga mahasiswa dapat memahami dinamika serta tantangan yang ada di lapangan. "Kami berkomitmen untuk terus memberikan pengalaman belajar yang berkualitas dan relevan bagi mahasiswa. Dengan demikian, lulusan UNBITA akan menjadi individu yang tidak hanya berkompeten secara akademis, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi dan kondisi," ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa untuk terus belajar dan mengembangkan diri, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka peroleh. Dengan adanya program seperti Studi Kepakaran, Universitas Bina Taruna Gorontalo berkomitmen untuk terus mencetak lulusan yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan global di era yang semakin kompleks dan dinamis.

Baca juga: