Stick Jagung Desa Daenaa Tembus Pasar Digital Berkat Program PKM UNBITA

Oleh: Humas UNBITA | Tanggal: 02/10/2025 | dibaca 196 kali


Camilan khas Desa Daenaa, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, berupa stick jagung kini naik level. Melalui penerapan digitalisasi, produk lokal ini semakin siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Inovasi tersebut lahir dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo yang diketuai oleh Dr. Lisda Van Gobel, MPA, bersama anggota tim Didiet Haryadi Hakim, S.T., M.Si. dan Fitria Akibun, S.E., M.Si.

Sebanyak sembilan pelaku usaha yang tergabung dalam kelompok UMKM Mekar mendapat pendampingan intensif, mulai dari strategi pemasaran digital hingga pencatatan keuangan berbasis aplikasi.

“Dengan digitalisasi, para pelaku UMKM di Desa Daenaa tidak hanya lebih mudah menjangkau pasar, tetapi juga lebih profesional dalam mengelola usaha mereka,” ujar Dr. Lisda Van Gobel.

Program PKM yang berlangsung sejak Juni hingga September 2025 ini mencakup sosialisasi, pelatihan peningkatan kapasitas, hingga penerapan sistem digital untuk pemasaran dan keuangan. Harapannya, stick jagung Desa Daenaa mampu menembus pasar regional bahkan nasional.

Selain itu, tim PKM juga memberikan pendampingan berkelanjutan agar pelaku UMKM benar-benar menguasai penggunaan aplikasi keuangan digital sekaligus strategi pemasaran modern.

“Kami berharap UMKM Mekar Desa Daenaa bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Gorontalo, bahwa produk lokal bisa naik kelas dengan inovasi digital,” tambah Dr. Lisda.

Program ini mendapat dukungan penuh dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM) Kemdikbudristek. Melalui inisiatif tersebut, stick jagung Desa Daenaa bukan hanya sekadar camilan tradisional, tetapi kini memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai produk unggulan di pasar digital.

Baca juga: