Pegadaian Mengajar di UNBITA, Mahasiswa Didorong Melek Investasi dan Finansial Digital

Oleh: Humas UNBITA | Tanggal: 25/05/2026 | dibaca 121 kali


PT Pegadaian kembali melaksanakan program nasional “Pegadaian Mengajar” di Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA) pada Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan literasi finansial mahasiswa sekaligus memperkenalkan transformasi layanan investasi berbasis digital kepada generasi muda di tengah perkembangan ekonomi modern yang semakin dinamis.

Dekan Fakultas Administrasi dan Ilmu Sosial Universitas Bina Taruna Gorontalo, Kurniadi K. Hasan, S.E., M.AP., menilai bahwa penguatan literasi keuangan di kalangan mahasiswa menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan ekonomi dan perkembangan teknologi finansial saat ini.

“Mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki literasi finansial yang baik agar mampu mengambil keputusan ekonomi secara cerdas dan bertanggung jawab,” ujar Kurniadi K. Hasan.

Kegiatan tersebut menghadirkan edukasi terkait pengelolaan keuangan, investasi, hingga transformasi digital layanan Pegadaian yang kini semakin mudah diakses oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Materi yang disampaikan diarahkan untuk membangun pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya perencanaan keuangan sejak dini sebagai bagian dari kesiapan menghadapi masa depan.

Kurniadi K. Hasan menjelaskan bahwa perkembangan ekonomi digital telah mengubah pola perilaku masyarakat dalam mengelola keuangan, sehingga perguruan tinggi perlu menghadirkan ruang edukasi yang relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

“Transformasi digital dalam sektor keuangan harus diimbangi dengan pemahaman yang kuat agar generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara produktif,” jelasnya.

Melalui program “Pegadaian Mengajar”, mahasiswa juga diperkenalkan pada berbagai instrumen investasi yang aman dan legal, termasuk investasi emas digital yang saat ini semakin diminati masyarakat. Diskusi interaktif yang berlangsung selama kegiatan turut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami risiko, peluang, dan strategi pengelolaan keuangan pribadi secara lebih praktis.

Menurut Kurniadi K. Hasan, edukasi finansial menjadi bagian penting dalam membangun karakter mahasiswa yang mandiri dan memiliki kemampuan adaptif terhadap perubahan ekonomi global.

“Kesadaran mengelola keuangan sejak usia muda akan sangat menentukan kualitas pengambilan keputusan ekonomi di masa depan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi langkah strategis dalam memperkaya wawasan mahasiswa melalui pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan aplikatif.

“Kampus harus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai sektor agar mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih luas dan sesuai dengan kebutuhan dunia nyata,” katanya.

Antusiasme mahasiswa terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama ketika membahas peluang investasi digital dan strategi membangun kebiasaan finansial yang sehat di usia produktif. Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran kampus sebagai ruang pengembangan kompetensi non-akademik yang relevan dengan perkembangan zaman.

Kurniadi K. Hasan berharap program edukasi seperti “Pegadaian Mengajar” dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan kapasitas generasi muda di bidang ekonomi dan keuangan.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya menjadi generasi yang melek teknologi, tetapi juga generasi yang cerdas secara finansial dan mampu membangun masa depan ekonomi yang lebih baik,” pungkasnya.

Baca juga: