Menelusuri Asa di Balik KIP Kuliah: UNBITA Gelar Survei Lapangan untuk Pastikan Tepat Sasaran

Oleh: Humas UNBITA | Tanggal: 07/10/2025 | dibaca 336 kali


Suasana hangat terasa ketika tim survei Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo menyambangi rumah-rumah mahasiswa calon penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada Selasa, 7 Oktober 2025. Langkah kecil yang sarat makna ini menjadi bentuk nyata komitmen universitas dalam memastikan bahwa bantuan pendidikan dari pemerintah benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan.

Rektor UNBITA, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan survei ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan akademik universitas untuk menjaga integritas pelaksanaan program KIP Kuliah.

“UNBITA berkomitmen memastikan setiap bantuan pendidikan disalurkan secara transparan, tepat sasaran, dan berdasarkan data lapangan yang valid. Kami ingin hadir bukan hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai pengawal keadilan sosial bagi generasi muda,” tutur Dr. Ellys Rachman.

Kegiatan survei dilakukan setelah proses wawancara seleksi selesai dilaksanakan di kampus. Tim survei yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan turun langsung ke lapangan, meninjau kondisi sosial ekonomi calon penerima di berbagai wilayah Gorontalo. Setiap kunjungan menjadi ruang refleksi — bahwa di balik semangat kuliah, ada perjuangan panjang yang layak dihargai.

Menurut Masran Biahimo, S.AP., M.Si., selaku pengelola program KIP Kuliah UNBITA, pendekatan lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan keabsahan data dan memahami lebih dalam realitas mahasiswa.

“Melalui survei ini kami dapat melihat secara langsung bagaimana kondisi mahasiswa di rumah mereka. Ini membantu kami memahami konteks sosial dan ekonomi yang mungkin tidak tergambar sepenuhnya dari dokumen administratif,” jelas Masran Biahimo.

Lebih dari sekadar proses seleksi, kegiatan ini juga menjadi momen kedekatan emosional antara pihak kampus dan mahasiswa. Beberapa tim survei bahkan menyaksikan sendiri bagaimana tekad besar tumbuh di rumah-rumah sederhana—kisah anak-anak muda yang bermimpi mengubah nasib melalui pendidikan.

“Setiap kali saya melihat semangat mereka, saya semakin yakin bahwa UNBITA berada di jalur yang benar. KIP Kuliah bukan hanya soal beasiswa, tetapi tentang keberlanjutan masa depan bangsa. Tugas kami memastikan tidak ada satu pun anak muda Gorontalo yang kehilangan kesempatan karena keterbatasan ekonomi,” tambah Rektor Dr. Ellys Rachman.

Program KIP Kuliah di UNBITA sendiri telah menjadi bagian penting dari upaya universitas untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Dengan prinsip kejujuran, keterbukaan, dan kepedulian sosial, universitas terus memperkuat sistem pendataan, verifikasi, serta pendampingan bagi penerima manfaat agar tidak hanya bisa kuliah, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berdaya dan bermanfaat bagi lingkungannya.

“Harapannya, hasil survei ini bisa menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih adil dan tepat. Kami ingin setiap penerima KIP Kuliah benar-benar mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk membangun masa depan mereka,” ujar Masran menutup wawancara.

Sore itu, setelah seluruh tim kembali ke kampus, catatan demi catatan hasil survei dikumpulkan dengan hati-hati. Di balik data dan formulir, tersimpan wajah-wajah penuh harapan. Dan bagi UNBITA, setiap langkah kecil menuju keadilan pendidikan adalah bagian dari perjuangan besar menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi — khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

“Pendidikan harus menjangkau mereka yang paling membutuhkan. Itu adalah ruh dari Tri Dharma yang selalu kami pegang teguh di UNBITA,” pungkas Rektor Dr. Ellys Rachman.

Baca juga: