Mahasiswa UNBITA Gorontalo Jelajahi Lembaga Keuangan Strategis di Sulut Kuatkan Teori dengan Praktik Lapangan

Oleh: Humas UNBITA | Tanggal: 07/11/2025 | dibaca 232 kali


Mahasiswa Program Studi Manajemen Keuangan Sektor Publik Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo melanjutkan rangkaian kegiatan Field Trip akademik ke sejumlah lembaga strategis di wilayah Sulawesi Utara. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 3 hingga 6 November 2025, ini mencakup kunjungan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Sulawesi Utara–Gorontalo.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya UNBITA dalam memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman lapangan dan memperluas pemahaman mahasiswa terhadap praktik nyata tata kelola keuangan publik serta dinamika lembaga keuangan nasional.

Rektor Universitas Bina Taruna Gorontalo, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan field trip tersebut merupakan bentuk penerapan nyata dari konsep pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori akademik dengan praktik profesional di lapangan.

“Mahasiswa harus mampu melihat langsung bagaimana prinsip akuntabilitas dan transparansi dijalankan oleh lembaga-lembaga keuangan negara maupun swasta. Dari pengalaman lapangan inilah, mereka bisa memahami bahwa dunia kerja menuntut integritas, kedisiplinan, dan wawasan yang luas,” ujar Dr. Ellys Rachman.

Selama berada di Sulawesi Utara, para mahasiswa berkesempatan berdialog dengan pejabat BPK terkait proses audit keuangan daerah dan mekanisme pengawasan anggaran publik. Di PT PNM Mekaar, mereka mendalami peran lembaga keuangan mikro dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil, sementara di OJK, mahasiswa mendapat penjelasan langsung tentang pengawasan sistem keuangan nasional serta literasi keuangan masyarakat.

Ketua Program Studi Manajemen Keuangan Sektor Publik, Fitria Akibun, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa kunjungan ke tiga lembaga tersebut merupakan bagian dari roadmap pembelajaran program studi yang menekankan pentingnya sinergi antara keilmuan dan praktik profesional.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori pengelolaan keuangan publik, tetapi juga melihat bagaimana lembaga negara dan industri keuangan bekerja dalam memastikan stabilitas dan akuntabilitas sistem ekonomi nasional,” ungkap Fitria Akibun.

Dr. Ellys Rachman menambahkan bahwa field trip lintas provinsi ini juga menjadi wujud nyata dari visi UNBITA untuk melahirkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja dengan bekal kompetensi dan pengalaman empiris.

“Kegiatan seperti ini adalah bagian penting dari strategi universitas untuk menciptakan lulusan yang unggul dan adaptif. Kami tidak ingin mahasiswa hanya berfokus pada teori, tetapi juga memiliki perspektif lapangan yang kuat agar siap bersaing di sektor publik maupun swasta,” tegas Rektor.

Selain mendapatkan wawasan teknis, mahasiswa juga diajak untuk melihat bagaimana etika, profesionalitas, dan komitmen terhadap pelayanan publik menjadi pilar utama dalam sistem birokrasi keuangan. Dalam setiap kunjungan, mahasiswa mendapatkan kesempatan bertanya langsung kepada pejabat instansi tentang praktik pengelolaan dan kebijakan keuangan yang berlaku.

Fitria Akibun menilai kegiatan ini memberikan dampak besar terhadap motivasi belajar mahasiswa dan menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya integritas dalam profesi manajemen keuangan publik.

“Banyak mahasiswa yang mengaku termotivasi setelah melihat langsung bagaimana lembaga-lembaga tersebut beroperasi. Kami berharap pengalaman ini akan menumbuhkan rasa tanggung jawab dan semangat profesionalisme ketika mereka terjun ke dunia kerja nanti,” jelasnya.

Menutup kegiatan, Dr. Ellys Rachman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, terutama kepada lembaga-lembaga yang menerima mahasiswa UNBITA dengan tangan terbuka.

“Kami sangat berterima kasih kepada BPK, PT PNM Mekaar, dan OJK Wilayah Sulut–Gorontalo atas sambutannya yang luar biasa. Kerja sama seperti ini sangat berharga dalam membangun jembatan antara dunia pendidikan dan dunia praktik, sejalan dengan semangat Tridharma Perguruan Tinggi,” pungkasnya.

Baca juga: