Dr. Ellys Rachman Siap Bawa IAPA Jadi Wadah Keilmuan untuk Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

Oleh: Humas UNBITA | Tanggal: 26/10/2025 | dibaca 197 kali


Komitmen memperkuat peran ilmu administrasi publik dalam tata kelola pemerintahan kembali ditegaskan melalui pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Indonesian Association for Public Administration (IAPA) Wilayah Gorontalo–Sulawesi Utara periode 2025–2028. Kegiatan ini berlangsung di Hulondalo Ballroom, Rabu (22/10/2025), dan dihadiri oleh sejumlah akademisi, birokrat, serta perwakilan lembaga pemerintahan daerah.

Pelantikan tersebut menjadi tonggak penting bagi eksistensi IAPA sebagai organisasi profesi keilmuan yang berperan aktif dalam memperkuat kontribusi akademisi dan praktisi administrasi publik terhadap pembangunan daerah dan nasional. Dalam kesempatan itu, Rektor Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., yang juga menjabat sebagai salah satu pengurus, menyampaikan pandangan strategisnya mengenai arah dan peran IAPA ke depan.

“Alhamdulillah, pelantikan ini menjadi momentum penting bagi kita untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dan lembaga pemerintahan. Ilmu administrasi publik harus hadir sebagai solusi nyata dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik,” ujar Dr. Ellys.

Menurutnya, keberadaan IAPA di wilayah Gorontalo–Sulawesi Utara bukan sekadar simbol kebersamaan akademisi, melainkan wadah ilmiah untuk mempertemukan gagasan, hasil riset, dan praktik administrasi yang berorientasi pada peningkatan kinerja pemerintahan.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi yang erat antara akademisi dan pemerintah merupakan kunci dalam mewujudkan tata kelola yang efektif, transparan, dan inovatif.

“Ilmu administrasi publik tidak boleh berhenti di ruang kuliah. Ia harus menjadi motor perubahan, menghadirkan solusi berbasis data dan inovasi dalam setiap kebijakan dan pelayanan publik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dr. Ellys menjelaskan bahwa DPD IAPA Wilayah Gorontalo–Sulut menaungi tujuh perguruan tinggi negeri dan swasta yang memiliki program studi administrasi publik. Keberagaman ini justru menjadi kekuatan besar bagi pengembangan kajian dan praktik administrasi publik di kawasan timur Indonesia.

“Wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara ini memiliki tantangan tersendiri karena menyatukan dua daerah dengan karakter akademik dan sosial yang berbeda. Namun dengan semangat kolaborasi, IAPA akan semakin kuat dan relevan dalam memberikan manfaat nyata bagi pemerintah dan masyarakat,” tambahnya.

Selain pelantikan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan rapat penyusunan program kerja DPD IAPA Gorontalo–Sulut yang mencakup agenda pelatihan, seminar, publikasi ilmiah, hingga kegiatan riset kolaboratif. Para pengurus juga dijadwalkan akan menghadiri pertemuan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IAPA dalam rangka Kongres Nasional di Kupang pada 28 Oktober 2025 mendatang.

Melalui momentum ini, IAPA Gorontalo–Sulut diharapkan menjadi wadah kolaboratif antara akademisi, birokrat, dan praktisi untuk bersama-sama mendorong tata kelola pemerintahan yang adaptif terhadap perubahan zaman, berbasis pengetahuan, serta berorientasi pada pelayanan publik yang lebih baik.

Dengan semangat akademik dan integritas profesional, Dr. Ellys Rachman menegaskan kesiapan IAPA menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan pusat dalam merumuskan kebijakan publik yang berkeadilan, partisipatif, dan berkelanjutan.

“Kita ingin memastikan bahwa ilmu administrasi publik tidak hanya dipelajari, tetapi juga diimplementasikan. IAPA harus menjadi ruang bagi para akademisi dan praktisi untuk terus belajar, berdiskusi, dan berkontribusi bagi bangsa,” pungkasnya.

Baca juga: