Dorong Kampus Berdampak Berbasis SDGs, UNBITA Tetapkan Panitia KKLP 2026

Oleh: Humas UNBITA | Tanggal: 07/04/2026 | dibaca 134 kali


Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA) melaksanakan rapat penetapan panitia Kuliah Kerja Lapangan Produktif (KKLP) Tahun 2026 pada Rabu, 1 April 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memastikan pelaksanaan KKLP terintegrasi dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya dalam mendukung konsep Kampus Berdampak berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).

Rektor Universitas Bina Taruna Gorontalo, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa KKLP harus dirancang sebagai program strategis yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan masyarakat.

“KKLP harus menjadi instrumen implementatif dari Kampus Berdampak. Program ini harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus berkontribusi pada pencapaian indikator SDGs secara terukur,” ujar Dr. Ellys Rachman.

Ketua Panitia KKLP 2026, Apdul Gandi Igirisa, S.AP., M.Si., menyampaikan bahwa perencanaan KKLP tahun ini akan difokuskan pada integrasi program kerja mahasiswa dengan indikator IKU dan target pembangunan berkelanjutan.

“Kami memastikan bahwa desain KKLP tidak hanya berbasis kegiatan lapangan, tetapi juga terintegrasi dengan capaian IKU serta indikator SDGs, sehingga setiap program memiliki dampak yang jelas dan terukur,” ungkap Apdul Gandi Igirisa.

Dr. Ellys Rachman menekankan bahwa penguatan konsep Kampus Berdampak menuntut perguruan tinggi untuk menghadirkan program yang berbasis solusi dan inovasi di tengah masyarakat.

“Mahasiswa harus hadir sebagai agen perubahan. KKLP harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu sekaligus memberikan solusi terhadap persoalan riil di masyarakat,” tegasnya.

Apdul Gandi Igirisa menambahkan bahwa panitia akan merancang skema pelaksanaan yang sistematis, mulai dari pemetaan lokasi, identifikasi potensi desa, hingga penyusunan program berbasis kebutuhan masyarakat.

“Pendekatan berbasis data akan menjadi prioritas kami, agar program yang dijalankan benar-benar relevan dengan kondisi dan potensi wilayah sasaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Ellys Rachman menyampaikan bahwa integrasi KKLP dengan IKU Perguruan Tinggi menjadi bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada hasil dan dampak.

“Kita tidak hanya berbicara tentang proses pembelajaran, tetapi juga hasil yang dapat dirasakan masyarakat. Inilah esensi dari IKU dan Kampus Berdampak,” ujarnya.

Apdul Gandi Igirisa juga menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan KKLP 2026.

“Kami akan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak agar program KKLP berjalan efektif dan memberikan manfaat jangka panjang,” tambahnya.

Menutup rapat, Dr. Ellys Rachman mengajak seluruh panitia untuk menjalankan tugas dengan profesionalisme dan komitmen tinggi demi keberhasilan program KKLP.

“KKLP adalah wajah pengabdian kampus di tengah masyarakat. Saya berharap panitia dapat merancang dan melaksanakan program ini dengan penuh tanggung jawab dan orientasi pada dampak,” pungkasnya.

Baca juga: