Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Aula Inovasi Universitas Bina Taruna Gorontalo pada Sabtu, 11 Juli 2026, saat Yayasan Bina Taruna Gorontalo menyelenggarakan Doa Pelepasan Umrah bagi staf Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA). Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus dukungan spiritual kepada sivitas akademika yang mendapat kesempatan menunaikan ibadah umrah. Lebih dari sekadar seremoni, momentum tersebut mencerminkan komitmen yayasan dalam membangun budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada profesionalisme, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai religius sebagai fondasi pengabdian di lingkungan perguruan tinggi.
Dalam sambutan sekaligus melepas staff UNBITA yang akan melakasanakan umrah, Rektor Universitas Bina Taruna Gorontalo, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa kesempatan menunaikan ibadah ke Tanah Suci merupakan nikmat yang patut disyukuri sekaligus amanah yang harus dimaknai sebagai momentum memperkuat integritas, keikhlasan, dan semangat melayani. Menurutnya, nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama beribadah hendaknya menjadi energi baru dalam meningkatkan kualitas pengabdian kepada institusi dan masyarakat.
"Ibadah umrah bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi perjalanan untuk memperbaiki diri dan memperkuat nilai-nilai keikhlasan dalam bekerja. Saya berharap sepulang dari tanah haram, kembali membawa semangat baru, karakter yang semakin matang, serta komitmen yang lebih kuat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi universitas," ujar Dr. Ellys Rachman.
Pesan tersebut diperkuat oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Taruna Gorontalo, Hj. Sri Nurnaningsih Rachman, S.H., M.H., yang menegaskan bahwa perhatian yayasan terhadap aspek spiritual sumber daya manusia merupakan bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun institusi pendidikan yang unggul dan berkarakter.
"Kami meyakini bahwa kualitas sebuah perguruan tinggi tidak hanya dibangun melalui pencapaian akademik, tetapi juga melalui pembinaan nilai-nilai moral dan spiritual. Karena itu, kami berharap ibadah ini menjadi bekal untuk membentuk pribadi yang semakin amanah, rendah hati, dan mampu memberikan teladan di lingkungan kerja maupun masyarakat," ungkap Hj. Sri Nurnaningsih Rachman.
Semangat tersebut menjadi bagian dari budaya kelembagaan yang terus dikembangkan di Universitas Bina Taruna Gorontalo. Dr. Ellys Rachman menuturkan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya produktif secara akademik, tetapi juga sehat secara spiritual. Baginya, keseimbangan antara kompetensi profesional dan kualitas moral merupakan fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola universitas yang berintegritas.
"Institusi yang kuat lahir dari manusia-manusia yang memiliki kompetensi sekaligus akhlak yang baik. Karena itu, kami terus mendorong terciptanya budaya kerja yang berlandaskan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian. Ibadah umrah ini menjadi salah satu momentum untuk memperkuat karakter tersebut," jelasnya.
Pandangan tersebut sejalan dengan visi Yayasan Bina Taruna Gorontalo dalam membangun ekosistem pendidikan yang menempatkan pembinaan karakter sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan sumber daya manusia. Hj. Sri Nurnaningsih Rachman menilai bahwa nilai-nilai spiritual akan memberikan pengaruh positif terhadap etos kerja dan kualitas pelayanan di lingkungan universitas.
"Ketika seseorang memiliki kedekatan spiritual yang baik, maka sikap profesional, rasa tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama akan tumbuh dengan sendirinya. Inilah nilai yang ingin terus kami bangun di lingkungan Yayasan dan Universitas Bina Taruna Gorontalo," katanya.
Momentum doa pelepasan ini juga menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan ibadah membawa tanggung jawab moral untuk terus menebarkan kebaikan setelah kembali ke tanah air. Dr. Ellys Rachman berpesan agar seluruh peserta menjaga kesehatan, kekhusyukan, serta memanfaatkan setiap kesempatan beribadah dengan sebaik-baiknya, sembari mendoakan kemajuan universitas dan bangsa.
"Kami menitipkan doa agar Universitas Bina Taruna Gorontalo senantiasa diberikan keberkahan, kemajuan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah pendidikan. Semoga jamaah umrah diberikan kesehatan, kelancaran ibadah, serta kembali dengan predikat umrah yang mabrur," tuturnya.
Harapan tersebut diamini oleh Hj. Sri Nurnaningsih Rachman yang mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan kegiatan ini sebagai penguat rasa persaudaraan dan kebersamaan dalam membangun institusi. Menurutnya, keberhasilan universitas tidak hanya ditentukan oleh capaian individu, tetapi juga oleh kekuatan doa dan solidaritas seluruh keluarga besar UNBITA.
"Doa bersama hari ini menunjukkan bahwa kita adalah satu keluarga besar. Kami berharap seluruh peserta kembali membawa keberkahan yang tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi juga menjadi energi positif bagi kemajuan universitas dan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Menjelang keberangkatan, Dr. Ellys Rachman kembali mengingatkan bahwa ibadah umrah merupakan kesempatan untuk melakukan refleksi diri sekaligus memperbarui komitmen dalam menjalankan setiap amanah pekerjaan dengan penuh ketulusan. Ia berharap pengalaman spiritual tersebut akan melahirkan pribadi-pribadi yang semakin tangguh, bijaksana, dan mampu menjadi teladan di lingkungan kampus.
"Sepulang dari Tanah Suci, jadilah pribadi yang membawa kedamaian, menebarkan inspirasi, dan memperkuat budaya kerja yang penuh integritas. Semoga perjalanan ini menjadi titik awal lahirnya semangat pengabdian yang semakin besar bagi Universitas Bina Taruna Gorontalo," pungkasnya.
Menutup rangkaian kegiatan, Hj. Sri Nurnaningsih Rachman menyampaikan doa agar jamaah umrah memperoleh kemudahan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci dan kembali ke Gorontalo dengan selamat.
"Kami melepas dengan doa terbaik. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah, memberikan kesehatan dan perlindungan selama di Tanah Suci, serta mengembalikan kepada keluarga dan Universitas Bina Taruna Gorontalo dengan membawa keberkahan yang melimpah," tutupnya.