Dari Deklarasi ke Aksi, UNBITA dan BNN Gorontalo Bangun Gerakan Kelurahan Bersih Narkoba Lewat KKLP 2026

Oleh: Humas UNBITA | Tanggal: 22/07/2026 | dibaca 79 kali


Komitmen membangun lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan narkotika diperkuat melalui Deklarasi Kelurahan Bersih dari Narkoba (Bersinar) yang digelar oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Gorontalo dalam rangkaian Pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan Produktif (KKLP) Universitas Bina Taruna Gorontalo Tahun 2026, Senin (29/6/2026), di Lapangan Universitas Bina Taruna Gorontalo. Deklarasi tersebut menjadi penanda dimulainya sinergi antara perguruan tinggi dan BNN dalam mengintegrasikan gerakan pencegahan narkoba sebagai salah satu program prioritas mahasiswa KKLP yang akan dilaksanakan selama 45 hari di sembilan kecamatan di Kota Gorontalo.

Rektor Universitas Bina Taruna Gorontalo, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., dalam sambutan sekaligus pelepasan mahasiswa menegaskan bahwa persoalan narkotika tidak dapat dipandang sebagai isu penegakan hukum semata, tetapi merupakan tantangan pembangunan sumber daya manusia yang harus dijawab melalui pendidikan, pemberdayaan, dan keterlibatan aktif masyarakat. Karena itu, menurutnya, mahasiswa harus hadir sebagai agen perubahan yang mampu membangun kesadaran kolektif di tingkat kelurahan.

"Saya melepas saudara-saudara dengan satu amanah besar, yaitu menjadi pelopor perubahan di tengah masyarakat. Jadikan program Kelurahan Bersih dari Narkoba sebagai gerakan edukatif yang membangun kesadaran, bukan sekadar kegiatan sosialisasi. Mahasiswa harus mampu menggerakkan masyarakat agar bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari narkotika," tegas Dr. Ellys Rachman.

Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Abdul Muchars Daud, S.E., M.A.P., selaku perwakilan BNN Provinsi Gorontalo, yang menilai keterlibatan mahasiswa merupakan strategi penting dalam memperluas jangkauan pencegahan narkoba hingga ke tingkat akar rumput. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi akan memperkuat upaya membangun budaya anti narkoba melalui pendekatan yang lebih edukatif dan partisipatif.

"Mahasiswa memiliki kedekatan dengan masyarakat sekaligus kemampuan menjadi agen edukasi. Melalui KKLP, kami berharap pesan tentang bahaya narkoba tidak berhenti di ruang seminar, tetapi benar-benar sampai ke keluarga, lingkungan, dan komunitas masyarakat di setiap kelurahan," ujarnya.

Sinergi tersebut menjadi bagian dari transformasi pelaksanaan KKLP UNBITA yang kini tidak hanya berorientasi pada pengabdian akademik, tetapi juga diarahkan untuk menjawab isu-isu strategis yang dihadapi masyarakat. Dr. Ellys Rachman menegaskan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkotika harus menjadi bagian dari agenda pembangunan sosial yang melibatkan seluruh elemen, termasuk perguruan tinggi.

"Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyelesaikan persoalan bangsa. Ketika mahasiswa turun ke masyarakat, mereka harus membawa solusi, membangun literasi, memperkuat ketahanan sosial, dan menanamkan kesadaran bahwa narkoba adalah ancaman terhadap masa depan generasi muda," katanya.

Pandangan tersebut sejalan dengan pendekatan BNN Provinsi Gorontalo yang saat ini semakin menitikberatkan upaya pencegahan melalui pemberdayaan masyarakat. Abdul Muchars Daud menjelaskan bahwa keberhasilan program Bersinar sangat bergantung pada keterlibatan seluruh komponen masyarakat, termasuk mahasiswa sebagai mitra strategis dalam membangun ketahanan lingkungan terhadap ancaman narkotika.

"Kelurahan Bersinar bukan sekadar predikat administratif, tetapi sebuah gerakan sosial yang dibangun melalui edukasi, partisipasi masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor. Karena itu kami sangat mengapresiasi komitmen UNBITA yang menjadikan isu ini sebagai bagian dari program prioritas KKLP," ungkapnya.

Sebagai implementasi dari komitmen tersebut, mahasiswa KKLP akan mengintegrasikan program pencegahan narkoba ke dalam berbagai aktivitas pengabdian di sembilan kecamatan. Edukasi kepada masyarakat, penyuluhan bagi pelajar dan pemuda, kampanye hidup sehat, hingga penguatan kolaborasi dengan pemerintah kelurahan akan menjadi bagian dari program kerja yang dirancang berdasarkan kebutuhan wilayah.

Dr. Ellys Rachman menilai pendekatan tersebut akan memberikan dampak yang lebih luas karena mahasiswa tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat melalui kegiatan yang berkelanjutan.

"Yang kita bangun bukan sekadar pemahaman sesaat, tetapi budaya masyarakat yang menolak narkoba. Saya berharap setiap posko mampu menghadirkan inovasi edukasi yang sesuai dengan karakteristik wilayahnya sehingga pesan pencegahan benar-benar dipahami dan diterapkan oleh masyarakat," jelasnya.

Menurut Abdul Muchars Daud, langkah tersebut mencerminkan model kolaborasi yang ideal antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga pemerintah dalam menghadapi persoalan sosial yang semakin kompleks. Ia meyakini bahwa keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat akan memperkuat efektivitas program pencegahan yang selama ini dijalankan BNN.

"Pencegahan narkoba akan jauh lebih efektif ketika dilakukan bersama masyarakat. Mahasiswa memiliki energi, kreativitas, dan kemampuan berkomunikasi yang dapat memperkuat gerakan Bersinar hingga benar-benar menjadi budaya di lingkungan masyarakat," katanya.

Menutup sambutannya, Dr. Ellys Rachman mengingatkan seluruh peserta KKLP bahwa keberhasilan pengabdian bukan hanya diukur dari jumlah kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari perubahan positif yang mampu ditinggalkan di lokasi pengabdian. Ia berharap gerakan Kelurahan Bersih dari Narkoba menjadi salah satu warisan terbaik mahasiswa UNBITA bagi masyarakat Kota Gorontalo.

"Saya ingin ketika KKLP berakhir, masyarakat tidak hanya mengingat kehadiran mahasiswa, tetapi juga merasakan manfaat dari program-program yang dijalankan. Jadikan gerakan Bersinar sebagai bagian dari kontribusi nyata UNBITA dalam menjaga generasi muda dan memperkuat kualitas kehidupan masyarakat," pungkasnya.

Senada dengan itu, Abdul Muchars Daud berharap sinergi yang telah dibangun melalui deklarasi ini tidak berhenti pada pelaksanaan KKLP, tetapi berkembang menjadi kemitraan berkelanjutan antara BNN Provinsi Gorontalo dan Universitas Bina Taruna Gorontalo dalam membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

"Hari ini kita mendeklarasikan komitmen bersama, tetapi yang lebih penting adalah memastikan komitmen itu diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Kami percaya mahasiswa UNBITA mampu menjadi bagian dari gerakan besar tersebut," tutupnya.

Baca juga: