Apresiasi UNBITA atas Peluncuran Pujarasa, Langkah Inklusif untuk Pemberdayaan Ekonomi Warga Disabilitas

Oleh: Humas UNBITA | Tanggal: 06/11/2024 | dibaca 172 kali


Gorontalo, 4 November 2024 – Universitas Bina Taruna Gorontalo (UNBITA) menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Gorontalo atas peluncuran program Pujarasa (Pusat Jajanan Warga Disabilitas), sebuah inisiatif inovatif yang dirancang untuk memberdayakan warga disabilitas di Kota Gorontalo. Bertempat di Jln. Achmad Arbie, Tapa, Kecamatan Sipatana, peluncuran Pujarasa menjadi momen penting dalam upaya menciptakan kesetaraan ekonomi dan memberdayakan komunitas disabilitas untuk berpartisipasi dalam sektor usaha mikro.

Rektor Universitas Bina Taruna Gorontalo, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., mengungkapkan penghargaan yang besar atas inisiatif ini, yang dinilainya sebagai langkah nyata dalam upaya membangun masyarakat inklusif. “Pujarasa adalah cerminan dari komitmen mulia yang tidak hanya mengusung semangat inklusi sosial, tetapi juga pemberdayaan ekonomi. Dengan memberi ruang bagi warga disabilitas untuk berkontribusi dalam kegiatan ekonomi, Kemenag Kota Gorontalo telah menunjukkan bahwa seluruh lapisan masyarakat layak mendapatkan kesempatan yang sama dalam pembangunan,” ungkap Dr. Ellys.

Peluncuran Pujarasa bukan sekadar pusat jajanan, tetapi menjadi wadah yang membuka peluang bagi para penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan wirausaha, menjual produk, serta memperoleh pendapatan secara mandiri. Dr. Ellys menambahkan bahwa program ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak boleh hanya berhenti pada simpati atau empati, melainkan harus mampu memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan mereka dan berdaya. “Pujarasa tidak hanya memberdayakan warga disabilitas tetapi juga mendorong masyarakat umum untuk lebih menghargai keberagaman dan potensi yang dimiliki oleh para penyandang disabilitas. Ini adalah langkah positif dalam membangun Kota Gorontalo yang lebih adil dan inklusif,” lanjutnya.

Menurut Dr. Ellys, Pujarasa dapat menjadi model bagi daerah lain yang ingin memperkuat akses ekonomi bagi komunitas disabilitas. Ia berharap agar keberadaan Pujarasa dapat terus berkembang dan diikuti dengan program-program pelatihan serta pendampingan usaha yang berkelanjutan sehingga para pelaku usaha disabilitas dapat meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pasar, dan mencapai keberhasilan ekonomi yang lebih stabil. “Kami berharap Pujarasa dapat menjadi salah satu contoh baik bagi seluruh lapisan masyarakat, instansi pemerintah, serta institusi lainnya dalam mendorong dan memperluas cakupan pemberdayaan yang inklusif,” tambahnya.

UNBITA mengapresiasi peran Kemenag Kota Gorontalo dan seluruh pihak yang berkontribusi dalam peluncuran Pujarasa. Dengan hadirnya pusat jajanan ini, bukan hanya para penyandang disabilitas yang diuntungkan, tetapi masyarakat luas pun dapat merasakan manfaat dari adanya keanekaragaman produk lokal yang ditawarkan di pusat ini. Universitas Bina Taruna berharap ke depannya kolaborasi antar-institusi seperti ini akan terus berlanjut dan semakin berkembang, memperkuat visi bersama dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan mendukung setiap individu tanpa memandang keterbatasan.

“Pujarasa adalah simbol dari semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama, sekaligus cerminan dari masyarakat yang saling mendukung,” pungkas Dr. Ellys.

Baca juga: