ADRI Gorontalo Tawarkan Solusi Akademik untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Daerah

Oleh: Admin UNBITA | Tanggal: 17/05/2025 | dibaca 144 kali


Gorontalo, Rabu 14 Mei 2025 — Eksistensi Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia (ADRI) di Provinsi Gorontalo menjadi sorotan dalam talkshow “Dialog Aspirasi” yang disiarkan secara langsung oleh Radio Suara Rakyat Hulonthalo, frekuensi 99.9 MHz, Rabu (14/05/2025) pukul 10.00 hingga 11.00 WITA. Mengusung tema “Eksistensi ADRI: Antara Tantangan dan Peluang untuk Gorontalo Maju dan Sejahtera”, talkshow ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si selaku Rektor Universitas Bina Taruna dan Ketua DPD ADRI Provinsi Gorontalo, serta Dr. Ibrahim Paneo, M.Kes, akademisi dan Kepala BNN Kabupaten Boalemo.

Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk membedah peran strategis ADRI dalam pembangunan daerah Gorontalo melalui pendekatan akademik dan kolaboratif lintas sektor. Berbagai isu krusial diangkat, mulai dari kontribusi riset ilmiah, relevansi kajian akademik dalam kebijakan publik, hingga pentingnya sinergi antara kampus dan institusi pemerintah dalam menjawab tantangan sosial.

Dalam talkshow tersebut, Dr. Ellys Rachman memaparkan bahwa ADRI hadir sebagai wadah ilmiah yang bukan hanya fokus pada pengembangan pengetahuan, tetapi juga pada peran aktif dalam proses pembangunan berbasis data.

“ADRI bukan sekadar organisasi profesi dosen, tetapi merupakan rumah besar kolaborasi keilmuan untuk menjawab tantangan daerah dengan pendekatan akademik yang terukur,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa eksistensi ADRI di Gorontalo harus terus diperkuat karena memiliki potensi besar dalam menghasilkan rekomendasi strategis kepada pemerintah daerah.

“Kami mendorong agar hasil-hasil penelitian dan kajian ilmiah dosen-dosen di lingkungan ADRI bisa dimanfaatkan sebagai referensi kebijakan publik. Ini adalah peluang besar untuk mendorong kemajuan dan kesejahteraan Gorontalo secara inklusif,” ujar Ellys.

Di sisi lain, Dr. Ibrahim Paneo, M.Kes melihat ADRI sebagai entitas penting dalam membangun kesadaran kolektif terhadap isu-isu sosial seperti penyalahgunaan narkoba dan degradasi moral generasi muda.

“Akademisi tidak boleh terkungkung di dalam kampus. Peran ADRI sangat vital dalam menerjemahkan hasil kajian menjadi aksi nyata yang menyentuh masyarakat,” terangnya.

Sebagai Kepala BNN Kabupaten Boalemo, Dr. Ibrahim juga mengajak para akademisi untuk bersama-sama menghadirkan pendekatan humanis dan edukatif dalam pencegahan narkotika dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Peluang ADRI sangat besar untuk membangun narasi baru tentang pembangunan daerah yang tidak semata-mata fisik, tetapi juga menyentuh aspek mental dan sosial. Tantangannya adalah memperluas jangkauan gerakan ini ke seluruh pelosok daerah,” tuturnya.

Talkshow ini pun membuka ruang interaktif bagi pendengar yang menyampaikan pertanyaan dan aspirasi terkait bagaimana peran lembaga akademik bisa lebih konkret dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Menanggapi hal tersebut, kedua narasumber sepakat bahwa perlu ada sinergi yang kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha, serta media dalam menciptakan perubahan.

Sebagai penutup, Dr. Ellys Rachman menegaskan komitmen ADRI Gorontalo untuk tidak hanya menjadi organisasi seremonial, tetapi sebuah gerakan pemikiran dan aksi kolektif berbasis ilmu pengetahuan.

“Kami berkomitmen menjadikan ADRI sebagai pusat keunggulan ilmiah daerah. Kami percaya bahwa masa depan Gorontalo ada pada semangat kolaborasi yang dikawal dengan integritas akademik,” pungkasnya.

Talkshow “Dialog Aspirasi” kali ini membuktikan bahwa dialog yang dibangun dengan semangat keilmuan dan keterbukaan mampu membuka ruang-ruang baru menuju perubahan. Ke depan, ADRI Provinsi Gorontalo diharapkan akan terus menjadi penggerak pemikiran strategis yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di daerah ini.

Baca juga: